Konsisten Berbenah dan berinovasi BDK Denpasar Terus Perkuat Pembangunan Zona Integritas
  • Nimas Zanuba
  • 11 Februari 2026
  • 10x Dilihat
  • Berita

Konsisten Berbenah dan berinovasi BDK Denpasar Terus Perkuat Pembangunan Zona Integritas

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar menggelar Rapat Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) pada Rabu (11/2/2026) pukul 14.00 WITA di Ruang Kepala Balai. Rapat tersebut membahas arah awal program kerja dalam rangka penguatan strategi menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). 

Dalam arahannya, Kepala BDK Denpasar, Saprillah, menegaskan bahwa perumusan program ZI ke depan perlu disusun secara realistis dan terukur melalui skema pilot project. Pendekatan ini dinilai penting agar program yang dijalankan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menunjukkan dampak yang konkret dan terukur. “Kita mulai dari pilot project yang dampaknya nyata dan terasa. Fokus pada hal yang bisa kita ukur dan evaluasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, satuan kerja yang telah berhasil meraih predikat ZI umumnya mampu menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan. Karena itu, perencanaan program harus disusun secara sistematis, mulai dari penetapan sasaran strategis, indikator kinerja, pelaksanaan kegiatan, hingga capaian output dan outcome sebagai bentuk return on investment (RoI) organisasi. Kejelasan dampak tersebut, menurutnya, menjadi salah satu aspek penting dalam proses evaluasi pembangunan ZI oleh tim penilai.

Dalam pembahasan rapat, tim juga menyoroti pentingnya penyelarasan program dengan dokumen perencanaan dan penganggaran yang telah ditetapkan, agar pelaksanaan kegiatan tetap berada dalam koridor kebijakan dan tidak keluar dari rencana kerja yang telah disusun. Selain itu, penguatan pada aspek pengukuran dampak menjadi perhatian bersama agar setiap inovasi yang dijalankan benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan dan tata kelola kelembagaan.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha, Ngapirin, menyampaikan bahwa upaya meraih predikat WBK telah dilakukan beberapa kali, meskipun belum membuahkan hasil yang diharapkan. Ia menekankan pentingnya menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bahan refleksi dan evaluasi menyeluruh. “Kita belajar dari Kemenag Kota Batu yang berhasil setelah berproses sejak 2016. Artinya, perjuangan ini membutuhkan konsistensi, komitmen bersama, dan pembenahan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rapat ini menjadi langkah awal konsolidasi tim dalam menyusun program kerja ZI yang lebih terarah, berdampak, dan selaras dengan kebijakan nasional. Dengan pendekatan yang lebih sistematis, berbasis data, dan berorientasi pada outcome, BDK Denpasar optimistis dapat memperkuat langkah menuju predikat WBK sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan publik secara berkelanjutan.