Disiplin sebagai Jalan, Budaya sebagai Tujuan
  • Cucu Ardiah Ningrum
  • 9 Februari 2026
  • 29x Dilihat
  • Berita

Disiplin sebagai Jalan, Budaya sebagai Tujuan

Badung (09/02)- Balai Diklat Keagamaan Denpasar melaksanakan apel pagi rutin sebagai bentuk penguatan komitmen kerja dan penyamaan langkah seluruh pegawai. Kepala BDK Denpasar, Saprilah bertindak sebagai Pembina apel. Dalam amanatnya, pembina apel menekankan pentingnya disiplin sebagai pondasi utama dalam membangun kinerja, pelayanan, dan budaya organisasi.

Disiplin bukan sekadar hadir tepat waktu atau mengikuti aturan, melainkan merupakan sikap yang lahir dari kesadaran diri. Secara etimologi, kata disiplin berasal dari bahasa Latin disciplina, yang berarti pengajaran, latihan, pendidikan, dan pembentukan karakter. Akar katanya berkaitan dengan discipulus yang bermakna murid atau orang yang belajar.

Dalam amanatnya, pembina apel juga menyampaikan bahwa disiplin yang dilakukan secara konsisten akan membentuk kebiasaan. Kebiasaan yang terus dijaga akan berkembang menjadi karakter, dan karakter yang dilakukan bersama-sama akan menjelma menjadi budaya kerja.

“Disiplin yang kita latih hari ini, lama kelamaan akan menjadi budaya. Dan budaya yang kuat akan menjadi identitas lembaga,” tegasnya.

Pembina apel juga menegaskan bahwa disiplin memiliki dua sisi yang sama penting, yaitu kepentingan personal dan kepentingan organisasi.

“Kepentingan Personal tidak boleh mengalahkan Kepentingan Organisasi, sebaliknya Kepentingan Organisasi tidak boleh mematikan Kepentingan Personal" ujarnya