BDK Denpasar Tutup Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta: Dorong Pendidikan Ramah Anak dan Cinta Lingkungan
Denpasar (1/8/2025) – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar resmi menutup kegiatan Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Jumat, 1 Agustus 2025. Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara BDK Denpasar dan Madrasah Aliyah (MA) Al Muhajirin Denpasar, dan berlangsung secara blended learning sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali.
Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari dua widyaiswara BDK Denpasar, yakni Dr. Hj. Sifa, M.Pdi., M.Pd., dan Haris Budi Santosa, S.Pd., M.Pd. Pembelajaran berlangsung selama empat hari, dengan dua hari pembelajaran daring dan dua hari pembelajaran klasikal.
Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang bertujuan menumbuhkan atmosfer positif dalam pelaksanaan pendidikan, serta mendorong lahirnya generasi yang ramah anak dan cinta lingkungan. Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep deep learning yang menekankan pentingnya hubungan emosional, empati, dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam proses belajar-mengajar.
Kepala MA Khalifah Nusantara, Fika Fatimatuz Zahra, menyampaikan antusiasmenya atas pelatihan ini. “Begitu diluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami masih menerawang. Namun setelah mengikuti pelatihan, banyak ilmu dan pemahaman baru yang kami dapatkan. Ini akan sangat bermanfaat bagi kami sebagai pendidik dan tentu juga untuk siswa-siswa kami,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Muhammad Yusuf dari MA Al Muhajirin mengaku awalnya belum memahami esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta. “Namun setelah pelatihan, banyak sekali inovasi, kreativitas, dan wawasan baru yang kami peroleh. Ini sangat menginspirasi kami untuk terus berkarya bagi bangsa melalui pendidikan anak-anak didik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MA Al Muhajirin Denpasar, Aida Fitriana, menyoroti pelayanan yang diberikan BDK Denpasar. “BDK selalu melayani kami dengan baik dan berkomunikasi secara terbuka. Kami berharap ke depan, BDK terus menjadi mitra bagi madrasah swasta untuk dapat maju dan berkembang sejajar dengan madrasah lainnya,” tuturnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen BDK Denpasar dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta, para guru dan pemimpin satuan pendidikan didorong untuk menciptakan ruang belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga hangat secara emosional dan peduli terhadap lingkungan.
BDK Denpasar membuka peluang kerja sama bagi satuan kerja maupun organisasi keagamaan lain yang ingin mengadopsi dan mengembangkan pelatihan serupa di lingkungannya. Bersama, mari wujudkan pendidikan yang berakar pada cinta dan kasih, demi masa depan bangsa yang lebih cerah.
5 Juni 2020
26 Desember 2022