Piodalan Purnama Kawolu di Pura BDK Denpasar : Doa Bersama, Harmoni Lembaga
  • Aisy
  • 2 Februari 2026
  • 14x Dilihat
  • Berita

Piodalan Purnama Kawolu di Pura BDK Denpasar : Doa Bersama, Harmoni Lembaga

Balai Pendidikan dan Pelatihan (BDK) Denpasar melaksanakan Piodalan Purnama Kawolu di Pura BDK Denpasar pada Senin, 2 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus I dan Kampus II BDK Denpasar serta diikuti oleh seluruh Krama Hindu BDK Denpasar. Piodalan Purnama Kawolu merupakan bagian dari upacara keagamaan yang secara rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai peringatan hari lahir pura, sesuai dengan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu.

Pelaksanaan piodalan dimaknai sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus sebagai doa bersama untuk memohon keselamatan, kerahayuan, dan keharmonisan bagi seluruh unsur di lingkungan BDK Denpasar. 

Rangkaian kegiatan piodalan diawali dengan Maresik Nyanggra yang dilaksanakan pada Jumat sebelumnya. Kegiatan ini mencakup persiapan sarana dan prasarana upacara, seperti pemasangan wastra, penjor, serta penyiapan sarana upakara. Pelaksanaan Maresik Nyanggra didahului di Kampus I sebagai cikal bakal berdirinya BDK Denpasar, kemudian dilanjutkan di Kampus II.

Dalam semangat toleransi dan profesionalisme, pegawai non-Hindu tetap melaksanakan tugas kedinasan seperti biasa sehingga aktivitas dan pelayanan kantor tetap berjalan dengan baik. Pola ini mencerminkan praktik moderasi beragama yang telah menjadi bagian dari budaya kerja BDK Denpasar, di mana pelaksanaan ibadah dan tanggung jawab kedinasan dapat berjalan secara seimbang dan saling menghormati.

Rangkaian utama Piodalan Purnama Kawolu dilaksanakan di dua lokasi kampus. Persembahyangan diawali di Kampus I yang memiliki nilai historis sebagai cikal bakal berdirinya BDK Denpasar, kemudian dilanjutkan di Kampus II sebagai simbol kesinambungan pengabdian, perkembangan kelembagaan, dan orientasi masa depan institusi. Rangkaian upacara meliputi persiapan banten, pementasan tari-tarian, pelaksanaan panca sembah, hingga persembahyangan bersama.

Selain persembahyangan bersama, kegiatan piodalan juga diisi dengan tarian serta lantunan Dharma Gita. Salah satu tarian yang ditampilkan dimaknai sebagai simbol mendak atau menjemput kehadiran Prabawa tuhan agar berkenan hadir memberikan tuntunan, perlindungan, dan kerahayuan. Dharma Gita menjadi bagian integral dari persembahan suci sekaligus media penghayatan nilai-nilai dharma yang memperkuat suasana khidmat dan sakral selama rangkaian upacara berlangsung.

Secara keseluruhan, Piodalan Purnama Kawolu di Pura BDK Denpasar tidak hanya berfungsi sebagai pelaksanaan kewajiban ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai spiritual, kebersamaan, toleransi, dan pengabdian bagi seluruh unsur lembaga. Melalui pelaksanaan piodalan yang berkesinambungan ini, diharapkan terbangun keseimbangan antara dimensi spiritual dan profesional dalam mendukung tugas dan fungsi BDK Denpasar dalam memberikan pelayanan, pendidikan, dan pelatihan kepada masyarakat.