Jurnal Aktif, Lembaga Produktif: Rapat Strategis Tim Widyadewata
  • Admin
  • 21 Januari 2026
  • 17x Dilihat
  • Berita

Jurnal Aktif, Lembaga Produktif: Rapat Strategis Tim Widyadewata

Tim Pengelola Jurnal Widyadewata menggelar rapat koordinasi guna membahas keberlanjutan pengelolaan jurnal serta strategi menghadapi proses reakreditasi ke depan. Rapat ini menegaskan bahwa Jurnal Widyadewata merupakan salah satu elemen penting yang menandai eksistensi lembaga sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam pengembangan keilmuan dan publikasi ilmiah.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Jurnal Widyadewata hingga saat ini tergolong aktif dan konsisten dalam penerbitan. Keberadaan jurnal tidak hanya menjadi sarana publikasi karya ilmiah, tetapi juga menjadi indikator penting bahwa lembaga menjalankan fungsi akademik secara berkelanjutan.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah reakreditasi jurnal, termasuk peluang dan strategi peningkatan peringkat akreditasi, khususnya menuju SINTA 3. Dijelaskan bahwa apabila proses reakreditasi dilakukan pada tahun ini, maka hasil akreditasi baru akan berlaku pada tahun berikutnya. Oleh karena itu, kesiapan administrasi menjadi aspek yang sangat krusial dalam proses tersebut.

Dalam konteks akreditasi, pendekatan yang digunakan saat ini lebih menitikberatkan pada kelengkapan dan ketertiban administrasi, sementara aspek substansi artikel menjadi pelengkap. Reakreditasi pada dasarnya menilai sejauh mana Standar Operasional Prosedur (SOP) jurnal dijalankan secara konsisten. Selain itu, keberadaan Surat Keputusan (SK) terbaru menjadi salah satu dokumen penting yang perlu segera dipenuhi, mengingat saat ini jurnal membutuhkan SK baru sebagai dasar pengelolaan.

Pada tahap awal penilaian akreditasi, konsistensi penerbitan menjadi aspek utama yang diperhatikan. Tim jurnal mencatat bahwa BDK Denpasar selama ini telah menunjukkan konsistensi dengan menerbitkan delapan artikel setiap edisi dari tahun ke tahun. Konsistensi ini dinilai sebagai modal penting dalam upaya peningkatan peringkat akreditasi.

Terkait persyaratan teknis menuju SINTA 3, dibahas pula mengenai batas kemiripan (similarity index) Turnitin, yang dapat disesuaikan hingga 20 persen. Tim diminta untuk kembali mencermati ketentuan tersebut, apakah batas kemiripan ditetapkan pada 20 persen atau memungkinkan hingga 30 persen sesuai regulasi terbaru.

Dari sisi alur penerbitan, disepakati bahwa proses jurnal berlangsung pada periode Januari–Juni, dengan tahapan call for papers yang idealnya dilakukan pada Desember hingga Januari. Dalam dunia penulisan ilmiah, waktu satu bulan dinilai sebagai durasi yang wajar dan proporsional untuk proses penyuntingan (editing) naskah sebelum diterbitkan.

Melalui rapat ini, Tim Jurnal Widyadewata berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola administrasi, serta mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan guna mendukung peningkatan mutu dan akreditasi jurnal di masa mendatang.