
GUNAKAN BERAKHLAK UNTUK HENTIKAN CULTURE BIROKRASI YANG BURUK
Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Ahmad Zainul Hamdi mengisi materi Pembinaan Sikap Perilaku pada Pelatihan Dasar (Tahapan Klasikal) CPNS Golongan III Mahkamah Agung bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Denpasar.
Digelar secara virtual melalui zoom meeting, figure yang akrab disapa Inung ini menekankan pentingnya Core Value BerAkhlak sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN)
Sebagai seorang ASN, terang Sesban, harus menjadi ASN yang baik, yang berkontribusi utnuk membenahi negara ini dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Dulu paradigmanya adalah ASN yang dilayani, sekarang sudah berubah. Kita yang harus tampil melayani sesuai tugas dan fungsi ASN” ujarnya
Menurut Sesban, jika menemukan birokrasi yg tidak melayani kita harus berjanji bahwa itu harus selesai di kita dan tidak boleh berlanjut.
“Kita melayani rakyat sebaiknya-baiknya. Apabila kita menemukan culture yang buruk di lingkungan kita, jangan menjadi bagian dari culture itu” ujarnya
Lantas, bagaimana memberikan pelayanan prima kepada masyarakat?
Menurut Sesban, seseorang dapat memberikan pelayanan prima apabila ia dapat memposisikan diri sebagai orang yang membutuhkan pelayanan.
“Kita harus memposisikan diri sebagai orang yang membutuhkan. Bagaimana perasaan kita bila mendapatkan pelayanan yang tidak memuaskan, tidak sesuai, bahkan cenderung terkesan acuh. Sedangkan realitanya, kita juga adalah masyarakat yang membutuhkan layanan. Ini harus dicermati dengan baik” ungkapnya
Selanjutnya, seorang ASN menurut Sesban Inung, harus akuntabel. Semua pekerjaan ASN harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan ada PNS yang digaji untuk melaksanakan tusi tapi tidak melaksanakan tusinya” ungkapnya.
Ketiga, unsur kompeten dikaitkan Sesban Inung dengan kondisi negara saat ini.
“Indonesia harus menjadi negara yang mampu bersaing, apalagi menjelang Indonesia Emas tahun 2045. Dalam hal ini ASN harus kompeten, mengembangkan kompetensinya, meningkatkan kemampuan dan keterampilannya untuk pengembangan SDM” tegasnya
Selanjutnya harmonis dan loyal menjadi bahasan Sesban. Menurut sesban, sebagai sebuah negara, Indonesia sudah tercipta dengan keberagamannya. Maka harmonis menjadi kunci keberlangsungan kerukunan di Indonesia. ASN harus dapat menjadi garda untuk memberikan contoh harmoni yang baik, menghindari konflik, dan loyal terhadap negara.
“ASN harus loyal terhadap negara. Jangan sampai ada ASN yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Loyalitas itu harus benar-benar dijunjung tinggi karena kita adalah abdi negara” tuturnya.
Sesban Inung juga menyoroti soal ASN yang harus adaptif terhadap perubahan dan kolaboratif.
“Kita harus terus adaptif terhadap perubahan. Everything is change, semuanya berubah. Cara kerja kita akan berubah dan kita harus adaptif terhadap itu. Jangan lupa bahwa kita juga harus bisa bekerjasama dalam tim. Pada akhirnya ke depan tidak bekerja sendiri, kita tidak bisa menang sendiri. Masa depan juga ditentukan bagaimana kita berkolaborasi” ujarnya
Diakhir materi Sesban Inung berpesan agar ketujuh nilai core value BerAkhlak tidak hanya diingat dan dihafal, tetapi juga diimplementasikan dalam menjalankan kewajiban sebagai ASN
“Menghafal akronim mudah, menjalankan huruf dari salah satu akronim yang susah, maka tugas anda untuk bagaimana nantinya mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam menjalankan tuags di instansi anda masing-masing” ungkapnya di akhir pembelajaran.