
BERHENTINYA PROSES BELAJAR SEORANG ASN, MAKA KEMATIAN HAKIKI PROFESINYA SEBAGAI ASN
“ASN punya core value yang disepakati bersama, yakni BerAkhlak. Ini bukan hanya sekedar Nilai Dasar yang saudara hafalkan, tetapi haru sdapat menjadi pedoman dalam melaksanakan kewajiban ketika nanti sudah sah menjadi ASN”
Demikian disampaikan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali Ramdhani, saat mengisi materi pada Tahapan Klasikal Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Mahkamah Agung Tahun 2025 bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Denpasar.
Yang pertama, jelas figure yang akrab disapa kang Dhani adalah Berorientasi Pelayanan. Menurutnya, ini dimaksudkan bagaimana seorang ASN memahami pelayanan publik dengan baik, memahami siapa yang harus dilayani, menggunakan konsep 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) serta menjalin hubungan yang baik dengan para stakeholder.
Yang kedua adalah akuntabel. Kaban menggarisbawahi bahwa akuntabel dalam pemerintahan berorientasi pada dua hal yakni akuntabel secara substantif dan akuntabel secara administrative
Ketiga adalah kompeten. Kaban menjelaskan bahwa Kompeten adalah melakukan sesuatu hal sesuai dengan kemampuannya atau keahlinya. Di pemerintahan kita harus terus menerus mengembangkan kompetensi, karena pertauran tiu berubah setiap saat. Maka menurut Dhani, kemampuan kita untuk menhikuti alur perubahan ini sesuatu yang pasti.
“Jangan berada pada zona nyaman. Berhentinya proses belajar seorang ASN, maka kematian hakiki profesinya sebagai ASN. Orang terpelajar hanya pemilik masa lalu, tetapi orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan” tegasnya
Selanjutnya Kaban menjelaskan konsep harmoni. Keharmonisan adalah kunci kerukunan. Indonesia pada tahun 2045, lanjut Dhani diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi nomor lima dunia. Ini tidak akan terjadi tanpa adanya unsur keharmonisan yang terbangun.
“Maka konsep harmoni ini harus dibangun dari tingkat yang paling sederhana, yakni pasangan anda, dengan teman kerja, dengan atasan. Jika harmoni tercipta maka kerukunan akan tercipta dan mental block akan dapat dihindari” tegas Dhani
Kelima adalah Loyal. Menurut Kaban, loyal adalah setia. Dalam hal ini, sebagai ASN, seseorang harus loyal terhadap NKRI, peraturan perundangan-undangan, bahkan juga loyal terhadap instansi dan pimpinan.
Selanjutnya adalah adaptasi. Mengutip dari Charels Darwin, Kaban menjelaskan bahwa seluruh spesies di dunia ini akan punah, termasuk yang cerdas, kecuali yang responsif terhadap perubahan. Maka menurut Kaban adaptasi yang terbaik adalah bisa mempertahankan yang baik, dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik
Terakhir, kaban menjelaskan konsep kolaborasi. Kolaborasi adalah membangun kerja sama yang efektif dengan semangat kebersamaan, saling mendukung, dan terbuka terhadap inovasi demi mencapai tujuan bersama
“ Seperti yang saya tekankan bahwa tidak ada superman, yang ada adalah superteam” ujar Kaban